Manusia
merupakan makhluk sosial, seorang manusia memerlukan manusia yang lain untuk
bisa bertahan hidup. Manuia tidak bisa hidup sendiri. Hal itu terbukti sejak
zaman dahulu kala. Nabi Adam as. adalah seorang manusia pertama yang diciptakan
oleh Allah swt. Nabi Adam as. ketika diciptakan oleh Allah swt. ditempatkan di
dalam surga. Dalam surga segala sesuatu yang diinginkan oleh nabi Adam akan
terpenuhi. Walaupun demikian, nabi Adam as. membutuhkan orang lain yaitu dengan
memohon kepada Allah swt. untuk menciptakan manusia lain agar bisa
mendampinginya. Menanggapi hal itu, Allah swt. menciptakan pasangannya yaitu
siti Hawa.
Sejak
saat itu, sampai sekarang manusia berkembang sangat pesat sehingga mereka tidak
saling mengenal satu sama lain bahwa mereka dalah saudara. Salah satu penyebab
mereka tidak saling mengenal adalah kurangnya saling bersilaturahmi. Manusia
jarang sekali saling mengunjungi saudaranya. Hal tersebut dikeranakan jarak
mereka yang saling berjauhan ataupun karena kesibukan manusia itu sendiri.
Silaurahmi adalah salah satu cara untuk
menyambungkan tali prsaudaraan yang hamper terputus. Dengan jalan silaturahmi
ikatan keluarga akan terasa semakin dekat. Bukan hanya antar keluarga bahkan
dengan teman seperjuangan akan terasa seperti keluarga apabila hubungan
silaturahmi terus terjaga.
Pada
zaman milenial ini manusia bisa dengan mudah melakukan silaturahmi baik dengan
cara bekunjung secara langsung maupun lewat teknologi yang ada. Misalnya dengan
menggunakan telepon seluler ataupun internet. Jarak silaturahmi yang jauh akan
semakin dekat dengan perkembangan teknologi yang ada pada abad ini. Saat ini
telah diciptakan berbagai teknologi untuk memudahkan manusia bersilaturahmi,
bisa menggunakan kendaraan bermotor seperti sepedah motor, mobil, perahu dan
pesawat terbang. Seolah-olah jarak yang sangat jauh dengan menggunakan
teknologi hubungan silaturahmi menjadi mudah dan dekat.
Namun,
dengan adanya teknologi itu bagi sebagian orang masih memiliki kesulitan baik
dari segi fianansial maupun sibuknya pekerjaan yang dimiki. Padahal janji Allah
bagi orang yang menyambngkan silaturahmi sangat besar
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي
رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barang
siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah
ia menyambung tali silaturahmi”. (Muttafaqun ‘alaihi).
Manfaat
dari silaturahmi ini bisa dirasakan langsung di dunia, tanpa harus menunggu
diahirat. Orang yang suka menyambungkan silaturahi akan memiliki banyak saudara
baik dari saudara dari ikatan keluarga maupun saudara dari teman sejawat. Degan
menyambungkan silaturahmi seorang tida akan sungkan lagi untuk meminta bantuan
baik itu bersifat ringan maupun berate.
Dalam
satu kejadian apabila dalam perdagangn ataupun pelayanan masyarakat dalam
pemerntahan biasanya seorang pelayan lebih mendahulukan yang telah mengenal
dirinya alasannya karena sudah percaya terhadap orang tersebut sehingga angka
penipuan menjadi berkurang.
Untuk
ancaman bagi orang yang enggan melakukan silaturahmi yaitu tida akan
dimasukannya kedalam surga sebagaimana dalam sabda Raslullah saw.
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ
“Tidaklah
masuk surga orang yang suka memutus, (memutus tali silaturahmi)”. (Mutafaqun
‘alaihi).
Selain
dari itu ancaman lain yaitu akan ditempakannya diahirat dalam tempat yang buruk
وَالَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ
اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ
وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ ۙ أُولَٰئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ
الدَّارِ
“Orang-orang
yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa
yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi,
orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang
buruk (Jahannam)”. (Ar-Ra’d/13:25).
Begitu
besar manfaat bagi seorang yang selalu menyambungkan tali silaturahmi dan begi
besar ancaman bagi orang yang suka memutuskannya. Kita selaku seorang muslim
hendaknya menyambungkan silaturahmi agar hubungan saudara kita semakin terjalin
dengan erat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar