Minggu, 13 Mei 2018

Contoh Jurnal Kualifikasi Level 6


 Meningkatkan Hapalan Al-Qur’an Melalui Teknik Drill
Husni Abdul Holiq
Program Studi Pendidikan Agama Islam, STAI Tasikmalaya e-mail doelholiq11@gmail.com

Abstrak
Hapalan merupakan momok yang berat yang dimiliki oleh sebagian siswa sehingga banyak siswa yang merasa keberatan apabila diberi mata pelajaran yang diharuskan dirinya untuk mengahapal. Misalkan dalam mata pelajaran Al-Qur’an siswa dituntut untuk menghapal pelajaran agar dapat mempermudah bacaan juga dapat mempeurmudah siswa dalam memahami isi kandungan dalam ayat Al-Qur’an. Penggunaan metode drill diharapkan mampu meningkatkan hapalan siswa. Langkah penerapan metode drill yaitu: a. guru membacakan ayat AL-Qur’an sesuai dengan bacaan makhorijul huruf menggunakan tahsin. b. Siswa menyimak bacaan yang dibacakan guru kemudian mengulanginya sesuai dengan bacaannya. c. Guru memperhatikan bacaan yang dibacakan oleh sisiwa sambil memperbaiki apabila dalam bacaan tersebut terdapat kesalahan. d. Guru mengulangi kegiatan tersebut sampai murid hapal dengan bacaan Al-Qur’an. Dengan penerapan metode ini diharapkan bisa membantu guru dalam menyampaikan pembelajaran juga memberi solusi bagi siswa teknik menghapal yang mudah.
Kata Kunci : Metode, Hapalan, Drill

  


PENDAHULUAN

Lembaga pendidikan yang berada di Indonesia dibagi menjadi dua yaitu pendidikan formal dan non fomal. Pendidikan formal terdiri dari sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan dinas pendidikan dan kemenag. Sedangkan pendidikan non formal yaitu lembaga pendidikan yang berada bukan dibawah naungan dinas pendidikan dan kemenag seperti kursus atau prifat.
Lembaga pendidikan formal memiliki kurikulum sebagai acuan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik. Dengan adanya kurikulum pengajar dengan mudah menyusun rencana untuk proses pembelajaran.
Kurikulum yang menjadi acuan guru meliputi semua mata pelajaran begitu juga pelajaran Pendidikan Agama Islam. Di dalam kurikulum telah tercantum materi yang akan disampaikan. Materi yang terdapat dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) diantaranya membahas tentang akhlak, akidah, fiqih, tarikh, hadits dan Al-Qur’an. Materi tersebut diberikan kepada seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP bahkan SMA.  Namun, isi materi yang dimuat dalam setiap satuan pendidikan berbeda-beda tergantung jenjang pendidikan yang sedang ditempuh. Dalam penyampaian materi pembelajaran seorang guru harus memiliki model pembelajaran.
Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Dalam hal ini berarti model pembelajaran mencakup keseluruhan tahappan proses pembelajaran baik itu dari persiapan, proses sampai kepada tujuan pembelajaran.
Dalam proses pembelajaran guru sering menemukan kesulitan ketika menyampaikan pembelajaran kepada siswa. Kesulitan itu bisa dari guru dan siswa bisa juga dari luar pembelajaran. Kesulitan  yang bersumber dari guru diantaranya yaitu kurangnya perubahan dalam proses belajar mengajar. Kebiasaan kebanyakan guru di Indosesia lebih memilih mengajar menggunakan metode ceramah dengan alasan metode tersebut lebih praktis tidak terlalu banyak memerlukan persiapan dan mampu dipraktikan di berbagai materi pembelajaran. Padahal karena teralu seringnya guru menggunakan metode tersebut membuat siswa menjadi jenuh mengikuti proses pembelajran dan pelajaran akan pasif karena siswa menjadi objek pembelajaran.
Tidak dilibatkannya siswa dalam proses belajar mengajar dapat menjadi hambatan guru ketika proses belajar hapalan berlangsung karena siswa tidak diberikan ruang untuk menghapal pelajaran yang diberikan oleh guru.
Adapun hambatan selain dari guru dan siswa diantaranya kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, lingkungan. Ditambah lagi peran orang tua yang acuh tak acuh dalam perkembangan pola pikir anak.

PERMASALAHAN
Tercapainya tujuan pembelajaran dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni dari siswa dan dari luar siswa. Sebagaimana menurut Ricahrd Carl (1981) bahwa hasil belajar siswa disekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30% dipengruhi oleh lingkungan.
Salah satu materi pembelajaran di sekolah formal adalah materi pembelajaran Al-Qur’an. Agar mempermudah pemahaman terhadap materi Al-Qur’an yaitu dengan cara menghapalnya karena hapalan adalah kunci tercapainya materi. Dengan hapalnya materi ayat AL-Quran apalagi dengan terjemahnya siswa mampu dengan mudah mengurai isi yang terkandung dalam ayat AL-Qur’an.
Namun, Hampir disetap jenjang pendidikan yang ditempuh materi tentang Al-Qur’an sulit untuk dihapal oleh peserta didik. Tidak semua pesrta didik mampu dengan cepat menghapal ayat Al-Qur’an apalagi dengan terjemahnya.
Kesulitan menghapal Al-Qur’an biasanya berawal dari peserta didik itu sendiri. Peserta didik ketika dihadapkan dengan hapalan merasa keberatan, merasa tidak mampu untuk menghapalnya. Apalagi hapalan tersebut sangat panjang. Berbagai alesan dilontarkan mulai dari “saya sulit untuk menghapal” “saya bukan anak pesantren”  “saya orang awam” “hapalannya terlalu banyak”.
Hal tersebut sudah menggambarkan pola pikir anak bahwa menghapal Al-Qur’an itu suit padahal dengan cara menghapal materi pembelajaran akan dengan mudah tersampaikan.
Kesalahan seorang guru apabila dihadapkan materi Al-Qur’an hanya menyampaian isi kandungan dari Al-Quran tanpa membimbing peserta didik untuk menghapal. Apabila guru menugaskan anak untuk menghapal biasanya guru memberi waktu bagi peserta didik untuk menghapal secara mandiri sampai waktu tersebut telah habis. Setelah waktu yang ditentukan telah habis kemudian seorang guru mengecek hapalan yang dimiliki oleh peserta didik.
Dengan dilepasnya anak untuk menghapal sendiri biasanya anak akan lebih memilih mengobrol dan bercanda dengan temannya jika dibandingkan dengan menghapal pelajaran. Karena menghapal merupakan sesuatu yang berat untuk dilakukan. padahal menghapal pelajaran lebih penting daripada mengobrol dan bercanda. Akibatnya materi yang seharusnya tersampaikan dengan baik jadinya tidak tersampaikan
Seorang guru bisa mengajak peserta didiknya agar semangat menghafal Al-Qur’an dengan giat dan benar. Banyak manfaat yang diberikan dari hapalnya Al-Quran selain dari tercapainya materi pembelajaran juga banyak manfaat lainnya seperti terciptanya seorang hafidz baru.
Cara guru mengajak anak menghapal Al-Qur’an yaitu dnegn cara ikut sertanya guru ketika murid menghapal Al-Qur’am. Artinya guru ikut menghapal bersama peserta didik dengan cara mengarahkan murid menghapal Al-Qur’an menggunakan metode pemdidikan. Guru bisa mengarahkan terhadap peserta didik cara menghapal Al-Qura’an dengan mudah. Ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan oleh guru untuk meningkatkan hapalan. Diantara berbagai macam metode atau caranya yaitu dengan cara make a mace, lauhun, dan metode drill.
Dalam penulisan jurnal ini penulis berencana mengangkat permasalahan hapalan AL-Qura’an. Dengan melihatnya permaslahan diatas dapat digambarkan bahwa siswa memiliki kesulitan ketika menghapal Al-Qur’an. Apalagi Al-Qur’an merupaka kitab suci yang harus di Imani dan dijaga.  Maka diperlunya dorongan dari guru agar bisa mempermudah seorang anak menghafal Al-Qur’an. Salah satu cara agar hapal Al-Qur’an dengan mudah yaitu menggunakan metode Drill.
Dengan menggunakan metode drill diharapkan siswa bisa dengan mudah menghapal Al-Qur’an karena metode akan membuat anak akan mengulang bacaan sampai siswa fasih membacanya kemudian siswa akan dengan mudah menghapal Al-Qur’an.

SOLUSI PERMASALAHAN
Landasan Teoretis Pemecahan Masalah
Untuk memecahkan masalah sulitnya siswa menghafal Al-Qur’an di sekolah. Penulisa akan terfokuskan kepada guru. Diharapkan guru memiliki inofasi dalam pembelajaran. Terdapat banyak metode pendidikan yang bisa diterapkan guru ketika pembelajaran berlangsung.
Salah satu metode yang dianjurkan oleh Al-Qur’an yaitu pengulangan pelajaran seuai dengan Al-Qur’an surat Al-‘Araf ayat 204
 وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآَنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya : “dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka degarkan baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”
Didalam ayat tersebut dijelaaskna bahwa ketika seorang guru membacakan Al-Qur’an maka siswa harus mendengarkan dengan seksama kemudian siswa mengulang bacaan yang dibacakan oleh guru. Metode dianjurkan agar guru bisa sekalian mengoreksi bacaan siswa. Metode ini sering disebut dengan metode drill.
Menurut Nasution (1995) metode jalan yang harus dilalui atau cara untuk melakukan sesuatu atau prosedur. Metode yang dapat diterapkan dalam penghapalan Al-Qur’an yaitu metode drill. Menurut Zuhairini (1980) Metode ini berasal dari metode pengajaran herbart, yaitu  metode assosiasi dan ulangan  tanggapan, yang dimaksudkan  untuk memperkuat tanggapan pelajaran  pada murid-murid. Sehingga murid ditunutun untuk mengulang dan melatih hapalan yang telah dibacakan oleh guru.
Metode drill/latihan siap biasanya digunakan pada pelajaran-pelajaran yang bersipat motoris pelajaran ketrampilan,dan pelajaran-pelajaran yang bersipat kecakapan mental dalam arti  melatih anak-anak berfikir  cepat.
Metode ini berasal dari metode pengajaran herbart, yaitu  metode assosiasi dan ulangan  tanggapan, yang dimaksudkan  untuk memperkuat tanggapan pelajaran  pada murid-murid. Pelaksaanya secara mekanis untuk mengajarkan berbagai mata pelajaran dan kecepatan, sehingga menimbulkan verbalisme pengetahuan murid, kebiasaan menghafal secara mekanis, tanpa pengertian.
Dalam pendidikan agama, metode ini sering dipakai untuk melatih ulangan pelajaran al-qur’an dan praktek ibadah. Menurut riwayat, setiap bulan Ramadhan rasulalloh mengadakan latihan ulang terhadap wahyu-wahyu yang telah diturunkan sebelumnya
Dengan diterapkannya metode ini diharapkan bisa mempermudah anak dalam menghapal Al-Qur’an. Jamal Ma’mur Asmani (2014) hapalan mempunyai pengaruh besar terhhadap keilmuan seseorang.orang yang hafal mempunyai kekuatan untuk memepardalam pemahaman dan mengembangkan pemikiran seacara lebih luas. Dengan menghafal pelajaran, seseorang bisa langsung menarik kembali ilmu setiap saat, dimanapun dan kapanpun. Sangat banyak manfaat yang diberikan apaila seorang siswa hapal terhadap pelajaran apalagii hapal dalam pelajaran Al-Qur’an. Selain dari hapal ayat dalam Al-Qur’an diharapkan siswa bisa hapal beserta artinya. Apabila siswa mampu hapal ayat beserta artinya siswa akan mamapu dengan mudah menguraikan penjelasan isi kandungan dalam Al-Qur’an.  

Usulan Konsep Pemecahan Masalah
Solusi yang saya usulkan agar sisiwa mampu menghaal Al-Qur’an dengan cepat yaitu dengan menggunakan metode drill. pada dasarnya metode drill adalah metode yang dipakai untuk melatih kemampuan berfikir anak. Metode ini sering digunakan dalam mata pelajaran matematika dimana seorang guru menjelaskan konsep, jalan atau rumus pemecahana masalah kemudian siswa mencoba memecahkan soal-soal menggunakan rumus yang di jelaskan oleh guru.
Saya perbendapat metode drill juga bisa digunakan dalam mata pelajaran Al-Quran. Seebagaimana menurut pendapat Zuhairini (1980) bahwa metode drill bisa digunakan dalam menghapal Al-Qur’an. Cara yang bisa digunakan menggunakan meode drill yaitu dengan cara pengulangan. Seorang guru memberikan conth cara pembacaan Al-Qur’an siswa mendengarkan bacaan yang dibacakan oleh guru kemudian siswa mengulang bacaan guru tersebut. Ketika siswa membacakan bacaaan yang dibacakan oleh guru, guru mengoreksi tajwid dan makhorijul huruf dalam bacaan siswa apabila bacaaan siswa ada yang keliru. Kegiatan tersebut terus diulang-ulang sampai beberapa kali. Sehingga siswa menjadi fasih memebaca Al-Qur’an yang dicontohkan guru. Dengan seringnya diulang bacaan tanpa disadari siswa bisa menghapal bacaan Al-Qur’an melalui pengulangan bacaan tersebut. Metode ini bisa dieterapkan dalam satu kelas sehigga siswa bisa menghapal Al-Qur’an dengan cara bersama-sama. Menurut Nana Sudjan (2014) pengulangan tidak perlu lama dilakukan asalkan cukup sering dilakukan. Artinya pengulangan dalam bacaan Al-Qur’an tidak harus lama dilaknsanakan guru bisa menyuruh siswa dalam beberapa menit mengulang secar terus meneruh bacaan sampai siswa hapal bacaa tersebut. Ayat yang dibacakan oleh guru tidak musti panjang bisa mehpala menggunakan kata-perkata atau ayat-perayat.
Pengulangan bacaan tersebut terus diulang-ullang sampai hapal. Setelah hapal guru bisa melanjutkan bacaan kepada bacaan yang lain. Sampai bacaan yang lain hapal. Namun, agarbacan yang sebelumnya tidak mudah lupa guru bisa mengulag bacaan yang pertama dilanjutkan bacaan yang selanjutnya murid bisa mengulang bacaan guru tersebut.
Dengan menggunakan metode drill hemat saya bisa mengkoordinasi pembelajaran dalam satu kelas sehingga meminimalkan siswa membuat pekerjaan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol sehingga siswa akan terfokus dalam bacaan yang dibacakan leh guru. Slain dari itu siswa yang hapal terhadap bacaan Al-Qur’an akan merata. Dalam satu kelas hamper semua siswa akan menghapal Al-Qur’an. Karena siswa dituntut harusa menghapal bacaan.
Langkah penerapan metode drill yaitu: a. guru membacakan ayat AL-Qur’an sesuai dengan bacaan makhorijul huruf menggunakan tahsin; b. Siswa menyimak bacaan yang dibacakan guru kemudian mengulanginya sesuai deengan bacaannya: c. Guru memperhatikan bacaan yang dibacakan oleh sisiwa sambil memperbaiki apaila dalam bacaan tersebut terdapat kesalahan: d. Guru mengulangi kegiatan tersebut sampai murid hapal dengan bacaan Al-Qur’an.
Metode ini pernah saya terapakna ketika praktek mengajar dalam kegiatan praktek penglaman lapangan. Alhamdulilah hasil yang didapat dengan penggunaan metode ini hampir seluruh siswa bisa menghapal AL-Qur’an dengan baik dikarenakan setiap bacaan yang dibacakan oleh siswa bisa dikonrol apabila bacaan yan dibacakan ada yang keliru. Seperti bacaaan tajwid dan bacaan makhorijul huruf. Juga seluruh siswa bisa mengapal bacaan yang diulang guru.

PENUTUP
Simpulan
Agar tercapainya suatu pembelajaran yang efektif diharapkan guru memeberikan inovasi terhadap proses pembelajaran guna meningkatkan minat belajar anak dan membuat percepatan terhadap pemahaman belajar. Dalam perkembangan pendiidkan di Indonesia terdapat berbagai macam cara atau metode pendidikan. Metode pendidikan itu tergantung pembelajarn yang akan diterapkan. Untuk pembelajaran Al-Qur’na digunakan metode drill. Metode drill mampu meningkatkan hapalan anak. Dikarenakan metode ini menuntut peserta didik untuk mengulang bacaan Al-Qur’an yang dibacakan oleh guru. Dengan diulangnya terus menerus. Tahapan penerapan metode drill simpulannya yaitu pengulangan kata yang diucapkan oleh guru. Dengan diulangnya bacaan secera terus menerus maka bacaan akan fasih diucapkan, ilmu tajwid dan makhorijul huruf akan terkontrol. Dengan menggunakan metode driil diharapkan siswa sehingga bacaan Al-Qur’an tersebut menjadi hapal.
Selain penggunaan metode dalam proses belajar mengajar siswa bisa menggunakan metode ini sendiri dirumah dengan cara mengulang terus hapalan yang dimiliki sampai hapal tersebut bebnar-benar hapal asalkan siswa dengan terus menerus mangulang bacaannya. Namun, sesekali siswa memperdengaran bacaan tersebut kepada orang lain. Supaya orang lain bisa mengoreksi bacaan tersebut.

Saran
Dalam penyusunan jurnal ini diharapkan para pembaca bisa mengamalkna metode drill untuk pembelajaran Al-Qur’an. Manfaat dari penggunaan metode ini sangat banyak. Diantaranya hapalan siswa akan merata, siswa akan senang dalam pembelajaran, bacaan siswa akan terkontrol. Adapun langkah dalam penerapan metode drill yaitu guru membacakan ayat dalam Al-Qur’an kemudian siswa mengulangi bacaan tersebut. Dalam proses pengulangan guru dapat mengoreksi ilmu tajwid dan makhorijul huruf yang dimiliki oleh siswa. Proses pembacaan ayat tersebut daibacakan secara terus menerus secara berulang-ulang.

DAFTAR PUSTAKA
Asmani, Jamal Ma’mur. (2014). 7 Tips Aplikasi PAKEM. Jakarta: DIVA Press
Zuhairini. (1980). Metodik Khusus PENDIDIKAN AGAMA. Surabaya: Usana Offset Printing.
http://Area.blogwahyu.com/2013/12/pengertian-pendekatan-strategi-dan.html?m=1 diakses tanggal 19 Februari 2017 jam 21:05
Karim, Muslih Abdul. (2014). Agar Sehafal Al-Fatihah. Bogor: CV. Hilal Media Grup.
Sudjana, Drs. Nana. 2014. Dasar-dasar Proses belajar mengajar. Bandung: SINAR BARU ALGENSINDO OFFSET Bandung.
Al-Qur’an, Penerbit Dipenogoro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar